Wow What is this?

Inilah Arti Kurban Idul Adha, Tata Cara Hingga Sunnah Rasulullah SAW

Home Forums Japanese Food Inilah Arti Kurban Idul Adha, Tata Cara Hingga Sunnah Rasulullah SAW

  • This topic is empty.
Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #787040 Reply
    lidapearsall46
    Guest

    Inilah Arti Kurban Idul Adha, Tata Cara Hingga Sunnah Rasulullah SAW

    Pada bulan Zulhijjah, umat Islam merayakan hari Idul Adha bersama dengan berkurban. Kurban secara bhs mempunyai arti hewan sembelihan. Dengan demikian, kurban adalah ibadah menyembelih hewan ternak yang perintahnya tertulis didalam Al-Quran untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail diceritakan secara turun temurun sebagai edukasi berkenaan keikhlasan pas berkurban.

    Arti Kurban didalam Islam

    Apa itu Kurban atau Qurban? Kurban atau Qurban (dalam bahasa Arab الأضحية,التضحية) secara harfiah miliki arti hewan sembelihan. Ibadah qurban (kurban) adalah ibadah menyembelih hewan ternak yang merupakan tidak benar satu anggota berasal dari syiar Islam yang disyariatkan dalam Al Quran.

    Umat Islam merayakan hari raya Idul Adha dan juga penyembelihan hewan kurban pada empat tanggal di bulan Zulhijjah tanggal 10 dan tiga hari tasyriq, yaitu 11, 12, dan 13. Menurut ulama Syeikh Wahbah Az-Zuhaily bahwa pas paling baik menyembelih hewan pada hari pertama sesudah Shalat Id hingga sebelum tergelincir matahari. Sedangkan, saat haram menyembelih hewan kurban saat sebelum shalat Id. Jika selalu melaksanakannya, maka perlu mengulanginya terhadap tanggal-tanggal yang sudah ditentukan.

    Melansir zakat.or.id, kurban merupakan ibadah sunnah muakkad yang Rasulullah SAW sarankan kepada umatnya. Salah satu dalil Al-Quran berkenaan kurban tertera pada Surat Al Hajj ayat 34:

    وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

    Artinya: “Dan bagi masing-masing umat sudah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang udah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, gara-gara itu berserah dirilah anda kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),” (QS. Al Hajj: 34)

    Tata Cara Kurban

    Selain ibadah sunnah, kurban menjadi pas untuk share harta bersifat daging kepada orang yang butuh dan tepat. Maka berasal dari itu, perayaan ini miliki tata cara sehingga pelaksanaan sampai penyerahan daging kurban cocok anjuran Al Quran dan hadis. Melansir zakat.or.id, inilah tata langkah yang kudu diamati baik-baik:

    1. Melaksanakan kurban cocok waktunya
    Setiap tahunnya, hari raya Idul Adha dirayakan terhadap 10 hingga 13 Zulhijjah. Waktu pelaksanaannya dapat ditunaikan pada kala setelah selesai Shalat Idul Adha hingga matahari terbenam.

    2. Kenali syarat orang yang bisa berkurban
    Syarat-syarat orang yang jalankan kurban yakni beragama Islam, baligh (dewasa), berakal, dan miliki kebolehan secara finansial dan harta yang baik di Hari Raya Idul Adha dan Tasyrik.

    3. Proses penyembelihan hewan kurban
    Salah satu tata langkah yang kudu diperhatikan oleh pekurban adalah proses penyembelihan tidak menyebabkan hewan kurban gusar. Tempat pemotongan hewan kurban harus bersih, tidak menarik hewan secara kasar, menghadapkan hewan kurban yang disembelih ke arah kiblat. Lalu, membaca doa sementara menyembelih:

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ,

    “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”
    Kemudian setelah menyembelih, cucu kakek slot login membaca doa:

    بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ …..

    Artinya: “Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, qurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah qurban …” (Sumber: Kifayah Al-Akhyar).

    4. Memilih tipe hewan kurban dan cek kondisinya
    Mengutip dari Dompet Dhuafa, pekurban juga mesti sadar dan mengecek kondisi hewan yang bakal dikurbankan. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan dari al-Barra bin Azib radliyallâhu ‘anh bersabda:

    أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي الْأَضَاحِيِّ فَقَالَ الْعَوْرَاءُ بَيِّنٌ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُ بَيِّنٌ مَرَضُهَا وَالْعَرْجَاءُ بَيِّنٌ ظَلْعُهَا وَالْكَسِيرُ الَّتِي لَا تَنْقَى

    “Ada empat macam hewan yang tidak sah dijadikan hewan kurban, “(1) yang (matanya) jelas-jelas buta (picek), (2) yang (fisiknya) jelas-jelas didalam situasi sakit, (3) yang (kakinya) jelas-jelas pincang, dan (4) yang (badannya) kurus kembali tak berlemak.” (Hadits Hasan Shahih, riwayat al-Tirmidzi: 1417 dan Abu Dawud: 2420).

    Selain jauhi cacat, pemilihan hewan kurban wajib pas sehingga kondisi daging yang dibagikan fresh dan layak makan. Maka dari itu, pekurban lebih baik tahu asal hewan kurban dengan bertanya kepada peternak. Berikut syarat-syarat hewan kurban yang kudu diperhatikan oleh peternak dan pekurban:

    Syarat-Syarat Hewan Kurban

    1. Hewan kurban tersebut berbentuk jenis binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, baik domba atau kambing biasa.
    2. Telah sampai usia yang dituntut syari’at bersifat jaza’ah (berusia 1/2 tahun) berasal dari domba atau tsaniyyah (berusia setahun penuh) dari yang lainnya.
    3. Ats-Tsaniy berasal dari unta adalah yang telah prima berusia 5-6 tahun.
    4. Ats-Tsaniy berasal dari sapi adalah yang sudah prima berusia 2 tahun.
    5. Ats-Tsaniy berasal dari kambing adalah yang udah sempurna berusia 1-2 tahun.
    6. Al-Jadza’ah berasal dari domba adalah yang udah prima berusia 6 bulan.
    7. Bebas dari aib (cacat) yang menghambat keabsahannya, yaitu apa yang udah dijelaskan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Sunnah Rasulullah Saat Kurban Idul Adha

    Lalu, inilah sunnah yang Rasulullah jalankan sementara berkurban di hari raya Idul Adha. Berikut beberapa perilaku beliau yang sanggup umat Islam ikuti:

    1. Tidak memotong rambut dan kuku hingga kurban disembelih.
    2. Membaca basmalah sebelum saat menyembelih.
    3. Menyembelih kurban sesudah shalat Idul Adha.
    4. Menyembelih secara berdiri sendiri (dengan tangan sendiri).

    Lebih utama mana, sedekah atau kurban?

    Melansir dari Dompet Dhuafa, keduanya merupakan hal mutlak dan berpahala. Perbedaannya terhadap penentuan waktu. Saat berkurban di hari raya Idul Adha, hendaknya umat Islam yang punyai kebolehan finansial baik untuk memprioritaskan kurban sebab peluang mendapatkan pahala spesifik ini hanya setahun sekali. Sedangkan, menyantuni orang-orang yang memerlukan bersama dengan bersedekah punya selagi yang longgar (Muwassa’), mampu ditunaikan di tidak cuman 10 Dzulhijjah, kapan saja bisa.

    Hasil kurban yang baik menyenangkan penerima fungsi yang makan daging hanya setahun sekali atau belum dulu menikmatinya. Mereka bukanlah vegetarian, melainkan sebab terhitung golongan kurang mampu. Lalu, semangat berkurban juga memberdayakan peternak untuk menghasilkan hewan kurban yang berkualitas. Sebar kebaikan berkurban ke seluruh Indonesia di Portal Kurban Dompet Dhuafa, bermutu, dan amanah.

Viewing 1 post (of 1 total)
Reply To: Inilah Arti Kurban Idul Adha, Tata Cara Hingga Sunnah Rasulullah SAW
Your information:




Find from popular articles

Sorry. No data so far.